Bangunan Batu Bata yang Aman Gempa

Umumnya, bangunan dapat dibagi menjadi dua kategori utama: bangunan yang dirancang dan bangunan tanpa rancangan. Bangunan yang dirancang adalah bangunan yang dibangun oleh tukang yang terampil di bawah pengawasan insinyur dan arsitek, sementara bangunan tanpa rancangan adalah dilakukan tanpa standar yang ada. Berdasarkan bencana masa lalu, bahwa sebagian besar kerusakan bangunan terjadi untuk bangunan tanpa rancangan. Di Indonesia, sebagian besar bangunan tanpa rancangan yang dibangun di kota-kota kecil dan desa-desa tidak mempunyai poundasi yang kuat pada bangunan batu bata.

Gempa bumi biasanya datang tanpa peringatan dan setelah beberapa detik, menyebabkan sejumlah besar korban dan kerusakan bangunan. Rumah-rumah yang tidak memenuhi standar menjadi ancaman utama bagi kehidupan dan keselamatan manusia selama gempa bumi karena dapat menyebakan keruntuhan dinding atau bagian rumah. Akhirnya Universitas Tokyo menemukan teknologi rumah aman gempa dengan menggunakan teknologi PPBM yang dapat memperkuat dinding batu bata dan mengurangi resiko korban pada saat gempa.

4 kategori kerusakan rumah batu bata disebabkan oleh gempa bumi yaitu:

1. Kerusakan dinding bagian luar pada bangunan tanpa pondasi
2. Kerusakan dinding bagian dalam pada bangunan tanpa pondasi
3. Kerusakan dinding bagian dalam dan bagian luar pada bangunan tanpa pondasi
4. Kerusakan dikarenakan buruknya kondisi dinding pada bangunan tanpa pondasi

Tentang Kami


Meguro Laboratorium Institut Sains Industri Universitas Tokyo telah mengembangkan PP-Band Mesh Seismic Retrofit Technology (PPBM) untuk mengurangi korban jiwa dan kerusakan akibat gempa. PP-Band Mesh akan diterapkan untuk rumah yang berdinding batu bata. Yayasan Royal Silk telah bekerja sama dengan Universitas Tokyo sejak 2006 untuk memberikan pengetahuan tentang PP-Band Mesh Technology (Teknologi Rumah Aman Gempa dengan PPBM) kepada penduduk di translokal di desa Karang Tengah Kecamatan Imogiri dan juga telah meretrofit salah satu bangunan yang adaa setelah Gempa Bumi Jawa Tengah. Yayasan Royal Silk dan Universitas Tokyo melanjutkan penerapan Teknologi PPBM ke asrama panti asuhan di Aceh dalam rangka Bantuan Hibah Bantuan disponsori oleh Duta Besar Jepang pada tahun 2012.

Yayasan Royal Silk dan Universitas Tokyo akan berkolaborasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait kerentanan terhadap gempa serta dengan penerapan dari Teknologi PPBM. Pada tahun 2014-2017 ini, Yayasan Royal Silk dan Universitas Tokyo melanjutkan kerjasamanya untuk mengembangkan PP-Band Technology di daerah percontohan di Provinsi Yogyakarta dan Sumatera Barat didanai oleh Japan International Cooperation Agency (JICA). Hal ini agar PPBM dapat bermanfaat dan dapat digunakan oleh masyarakat sebagai salah satu teknologi rumah aman gempa melalui perkuatan dinding batu bata.

The 3rd Joint Coordination Committee Meeting Rumah Aman Gempa

The 3rd JCC Meeting telah dihadiri oleh 30 Peserta dari Instansi Pemerintah. LPJK DIY & Padang, BPBD Bantul, BPBD Padang, dan BPBD DIY, BPIPBJK DIY, Tokyo University, dan JICA, serta UTY dan PNP. Telah terlaksana pada tanggal 8 Agustus 2017 di hotel Harper Mangkubumi

Pelatihan Rumah Aman Gempa

Pelatihan ini dihadiri oleh 50 mahasiswa dan siswa dari UTY jurusan teknik sipil dan arsitektur serta dari SMK N 2 Yogyakarta

The 3rd Joint Coordination Committee Meeting Rumah Aman Gempa

The 3rd JCC Meeting telah dihadiri oleh 30 Peserta dari Instansi Pemerintah. LPJK DIY & Padang, BPBD Bantul, BPBD Padang, dan BPBD DIY, BPIPBJK DIY, Tokyo University, dan JICA, serta UTY dan PNP. Telah terlaksana pada tanggal 8 Agustus 2017 di hotel Harper Mangkubumi




Apa Keuntungan dari PP-Band Mesh Technology

PP Band Teknologi dengan perkuatan rumah batu bata adalah metode penguatan sederhana, ekonomis dan efisien dirancang di Universitas Tokyo. Teknologi ini dikembangkan mempertimbangkan ketersediaan lokal dan penerimaan untuk rumah batu bata yang ada dan baru di negara-negara rawan gempa. Meskipun, ada beberapa penyesuaian di dunia, namun PP Band memiliki keuntungan yang signifikan atas semua metode lainnya. Beberapa keuntungan yang digambarkan dalam mengikuti garis:

1. Metode ini dapat digunakan untuk konstruksi baru serta konstruksi yang ada.
2. Metode PP Band sederhana dan tidak memerlukan keterampilan tinggi. Siapapun dengan sedikit pelatihan aplikasi PP Band dapat menjalankan metode ini.
3. Bahan yang dibutuhkan untuk metode yang murah dan tersedia di sebagian besar dunia. Berat ringan dari bahan memberikan keuntungan lebih transportasi jauh dan terpencil lokasi.
4. Rumah dipasang dengan menggunakan metode ini dapat mentolerir deformasi besar.
5. PP Band memiliki umur panjang dengan sedikit pencegahan terhadap paparan sinar matahari yang ultra violet.

Keunggulan dari pemakaian Tali PP sebagai bahan utama pembuatan PP-Mesh :

1. Harga terjangkau
2. Mudah untuk didapatkan
3. Tahan lama dan sangat kuat
4. Mudah untuk dibawa/di distribusikan
5. Memiliki tingkat deformasi yang tinggi
6. Pemasangannya mudah dilakukan oleh siapapun

PP Band atau Polypropylene band terbuat dari bahan sintetis. Umumnya digunakan sebagai bahan kemasan dan tersedia secara luas di seluruh dunia. Kekuatan tinggi dari PP Band memberikan keuntungan terhadap pembuatan rumah batu yang lebih aman terhadap gaya gempa. Selain itu perkuatan PP Band adalah metode sederhana dan biaya rendah untuk perkuatan. PP Band ini biasa digunakan untuk mengikat bagasi barang di bandara. Adapun beberapa warna tali PP Band di antaranya adalah kuning, abu-abu, dan hijau. Berdasarkan kekuatan yang paling kuat adalah yang berwarna abu – abu. Ketebalan Tali PP-Band adalah 15 mm x 0.77 mm, tersedia dalam bentuk gulungan yang mempunyai berat ± 10 Kg dan mempunyai panjang tali sepanjang 1150 meter.
Teknologi PP-Band Mesh bertujuan untuk memperkuat dinding batu bata pada bangunan dan diharapkan dapat mengurangi resiko korban jiwa akibat keruntuhan dinding bangunan saat terjadi bencana gempa bumi, sehingga dapat mengecilkan kemungkinan korban meninggal.
Bangunan yang berdinding batu bata akan diperkuat dengan teknologi PP-Band Mesh adalah

1. Fasilitas Umum, yaitu: rumah sakit, puskesmas, masjid, gereja, sekolah, dan wihara.
2. Bangunan milik Pribadi, yaitu: rumah di desa maupun kota.
3. Bangunan milik Pemerintah, yaitu: Kantor pemerintahan dan Gedung Pertemuan Pemerintah.
4. Bangunan milik Swasta, yaitu: taman rekreasi, kantor perusahaan, dan lain-lain.
5. Bangunan untuk Komersial, yaitu: ruko, restoran/rumah makan, toko elektronik, swalayan, pasar, bioskop, Bank, dan hotel.
Adapun hasil yang diharapkan setelah diterapkannya teknologi PP-Band Mesh, yaitu:

1.Meningkatnya ketahanan bangunan batu bata terhadap gempa.
2. Mengurangi resiko korban meninggal dunia akibat keruntuhan dinding batu bata.
3. Pengembangan sumber daya manusia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gempa bumi.
4. Dapat meretrofit bangunan kontruksi batu bata minimal 30 bangunan fasilitas umum, yaitu: 15 Buah di Yogyakarta dan 15 buah di Padang melalui pembiayaan dari JICA.
5. Dapat mengembangkan retrofit untuk bangunan pribadi dengan biaya mandiri baik dari pemerintah maupun pemilik bangunan.
6. Membuat kenyamanan dan keamanan masyarakat yang berada dalam bangunan yang telah diretrofit dengan Teknologi PP-Band Mesh.
7. Masyarakat Indonesia menggunakan teknologi PP-Band Mesh.

Galeri


LOMBA KONSTRUKSI TINGKAT DIY 2017

PPBM

LOMBA KONSTRUKSI TINGKAT DIY 2017

The 3rd JCC Meeting 8 Agustus 2017

PPBM

The 3rd JCC Meeting 8 Agustus 2017

Training PPBM tanggal 8 Agustus

ppbm

Training PPBM tanggal 8 Agustus

Seminar Rumah Aman Gempa 10 Agustus 2017 di Padang

PPBM

Seminar Rumah Aman Gempa 10 Agustus 2017 di Padang

PPBM Center

PPBM

PPBM Center

pemberian sertifikat bangunan rumah aman gempa

PPBM

pemberian sertifikat bangunan rumah aman gempa

Kunjungan di Padang 17 Juli 2017

PPBM

Kunjungan di Padang 17 Juli 2017

Kontak Kami


Kantor

Gedung PIP2B sayap Utara Lt. 2, Jalan Kenari 14 A, Yogyakarta

Telepon/Fax : 0274 5305146
Email : ppbmccp@gmail.com

Gudang

KUD Tani Bhakti, Jalan Parangtritis Km 4,5, Sewon, Bantul

SMS/Whatsapp : 081578803475